Category: News

  • Para Inovator Teknologi Kesehatan: Kembangkan Riset Klinis hingga Alkes

    Para Inovator Teknologi Kesehatan: Kembangkan Riset Klinis hingga Alkes

    Foto: Kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026 (dok. Istimewa)

    Jakarta – Berbagai inovasi di bidang kesehatan yang dilakukan oleh kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026. Mereka menciptakan alat deteksi dini untuk kanker serviks hingga melakukan riset untuk bahan baku obat.
    Sepuluh kandidat ini telah dipilih oleh panitia DPD RI Awards 2026. Proses penyaringan dimulai dari seleksi administrasi terhadap seribuan kandidat yang mendaftar.

    Panitia lalu menentukan 50 besar kandidat sebelum akhirnya menyaring kembali hingga terpilih 10 besar kandidat di masing-masing kategori. Pada kategori bidang kesehatan ini, penghargaan akan diberikan kepada individu hingga profesional yang menjadi inovator teknologi kesehatan.

    “Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tulis DPD RI dalam laman resminya, seperti dilihat detikcom, Rabu (7/10/2026).

    Berikut nama-nama 10 kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026, yang diurutkan berdasarkan abjad:

    1. Amal Rezka Putra
    Amal Rezka Putra mengembangkan berbagai radiofarmaka, yaitu obat yang menggunakan zat radioaktif untuk membantu dokter mendeteksi dan menangani penyakit, khususnya tuberkulosis (TB) dan kanker. Amal adalah kandidat dari Jawa Barat.

    Inovasinya mencakup Kit Etambutol untuk membantu menemukan lokasi infeksi TB, termasuk TB di luar paru. Inovasi Samarium-153 EDTMP untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien kanker yang telah menyebar ke tulang. Inovasi Iodium-131 MIBG untuk membantu diagnosis dan terapi kanker neuroblastoma pada anak.

    Selain itu, Amal Rezka juga mengembangkan mikrosfer Samarium-153 dan Holmium-166 sebagai kandidat terapi kanker hati.

    Kandidat DPD RI Awards Amal Rezka Putra (Foto: dok. Istimewa)
    Berbagai inovasi itu dikembangkan dari tahap penelitian hingga hilirisasi dengan beberapa produk telah memperoleh izin edar BPOM dan digunakan dalam pelayanan kedokteran nuklir di sejumlah rumah sakit.

    2. Aslis Wirda Hayati
    Aslis Wirda Hayati adalah kandidat dari Riau. Dia mengembangkan inovasi di bidang kesehatan dan gizi yang berfokus pada pencegahan stunting serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola makan bergizi. Inovasinya mencakup metode deteksi dini pertumbuhan linier anak balita dan edukasi gizi bagi remaja dengan memanfaatkan makanan khas daerah.

    Dia mengembangkan metode dan alat rapid diagnostik pertumbuhan linier anak balita dengan memanfaatkan Pyridinium Crosslinks (Pyd) dalam urin sebagai biomarker pertumbuhan tulang. Metode ini dikembangkan sebagai alternatif pengukuran pertumbuhan yang lebih meyakinkan dan tidak menyakitkan bagi anak.

    Kandidat DPD RI Awards Aslis Wirda Hayati (Foto: dok. Istimewa).
    Selama ini pertumbuhan linier anak umumnya dipantau melalui pengukuran tinggi badan, tapi pengukuran tinggi badan dapat dipengaruhi oleh ketepatan alat, teknik pengukuran, dan kemampuan petugas. Sementara pemeriksaan pertumbuhan tulang melalui radiologi maupun pengambilan darah memiliki keterbatasan karena paparan radiasi atau tindakan yang dapat menimbulkan rasa sakit.

    Penggunaan urin sebagai bahan pemeriksaan menawarkan pendekatan yang tidak invasif untuk mendukung deteksi gangguan pertumbuhan sejak dini. Dampaknya, sejak tahun 2023 inovasi ini telah menjangkau sekitar 1.065 anak balita di 11 desa.

    3. Eka Lestari Mahyuni
    Eka Lestari Mahyuni membuat hand soap gel dari ekstrak acem-acem. Kandidat asal Sumatera Utara itu memanfaatkan kandungan saponin serta potensi antimikroba dan antijamur dari tanaman acem-acem tersebut.

    Eka juga membuat krim anti-aging dari ekstrak acem-acem, dengan memanfaatkan kandungan antioksidan tanaman acem-acem. Krim ini dapat membantu melembapkan kulit, menyamarkan keriput dan pori-pori, serta mengurangi tampilan flek pada kulit. Produk telah diuji coba dan dapat digunakan pada pagi maupun malam hari sehingga lebih praktis bagi pengguna.

    Kandidat DPD RI Awards Eka Lestari Mahyuni (Foto: dok. Istimew
    Untuk kebutuhan pertanian melalui biopestisida ekstrak Oxalis dehradunensis R, ekstrak acem-acem digunakan sebagai bahan alami yang memiliki fungsi sebagai penolak serangga dan insektisida, salah satunya diuji untuk mengatasi serangan lalat buah.

    Pengembangan ini memberikan alternatif penggunaan pestisida berbahan alami sekaligus mengubah tanaman yang sebelumnya dianggap gulma menjadi sumber bahan yang bermanfaat bagi petani.

    4. Ike Listiyowati
    Ike Listiyowati merupakan ahli gizi yang menggagas sejumlah produk olahan makanan dan minuman pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Dia juga penggerak pencegahan stunting di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

    Pertama, olahan kacang hijau dan ikan wader bernama Joder, formula makanan pendamping ASI yang mempunyai nilai protein tinggi dan bermanfaat bagi tumbuh kembang balita gizi kurang dan stunting. Implementasi Joder diberikan pada balita gizi kurang dan stunting di Puskesmas Duren, Semarang, selama 30 hari.

    Kandidat DPD RI Awards Ike Listiyowati Foto: dok. Istimewa
    Kedua, olahan moringa atau tepung daun kelor dan ikan wader (bubuk Tabur Moriwa). Makanan ini diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI yang tinggi protein dan antioksidan.

    Ike juga aktif dalam kegiatan Guyub Rawa Pening, gerakan bersama melawan penyebab stunting dan gizi buruk. Gerakan ini kolaborasi keluarga balita dengan dokter spesialis anak, ahli gizi, dan fisioterapis.

    5. Karisma Trinanda Putra
    Karisma Trinanda Putra mengembangkan GlucoMu, alat untuk memantau kadar gula darah dan kondisi tubuh tanpa perlu mengambil sampel darah. Alat yang dikembangkan kandidat asal Yogyakarta ini menggunakan sensor cahaya (PPG) dan kecerdasan buatan (AI) untuk membaca perubahan pada tubuh dan memperkirakan kadar glukosa secara real-time.

    Teknologi ini dirancang sebagai perangkat yang lebih nyaman, portabel, dan terjangkau dibandingkan metode pemantauan gula darah yang harus dilakukan dengan menusuk kulit.

    Kandidat DPD RI Awards Karisma Trinanda Putra Foto: Calista Photo
    Selain kadar glukosa, GlucoMu juga dapat memantau beberapa kondisi tubuh lainnya, seperti kadar oksigen dalam darah, detak jantung, variabilitas detak jantung, dan kadar hemoglobin.

    6. Masteria Yunovilsa Putra
    Masteria Yunovilsa Putra dkk mengembangkan penelitian kratom Kalimantan untuk mengubah tanaman yang selama ini banyak dijual sebagai bahan mentah menjadi bahan baku obat yang lebih bernilai. Masteria adalah kandidat yang berasal dari DKI Jakarta.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Masteria Yunovilsa Putra (Foto: dok. Istimewa)
    Sejak tahun 2022, penelitian dilakukan untuk mendapatkan dan memurnikan senyawa aktif kratom, terutama mitragynine, yang memiliki potensi sebagai pereda nyeri dan antiperadangan. Melalui penelitian dan teknologi ekstraksi, Masteria dkk berhasil menghasilkan ekstrak dengan kandungan mitragynine sekitar 50-85%.

    Kemudian teknologi ini dikembangkan sebagai kekayaan intelektual BRIN dan dilisensikan kepada PT SOHO Industri Pharmasi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi kandidat produk farmasi.

    7. Megi Riomandala
    Megi Riomandala merupakan penggagas inovasi Sikeling Pusako (Sistem informasi kesehatan lingkungan Puskesmas Semelako), digitalisasi pelayanan kesehatan lingkungan Puskesmas Semelako, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Sikeling Pusako lahir dari pengalaman dan kepedulian terhadap masalah kesehatan lingkungan masyarakat.

    Inovasi ini dimulai tahun 2019, awalnya mengembangkan PETISI (Pemetaan Sanitasi) untuk menjawab permasalahan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan masih melakukan buang air besar di sungai.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Megi Riomandala (Foto: dok. Istimewa)
    Kemudian berkembang menjadi Sikeling Pusako tahun 2022, sebuah sistem digital untuk pendataan, pemetaan, pemantauan dan pelayanan kesehatan lingkungan yang terus dikembangkan hingga kini.

    Dampaknya nyata, desa ODF (Open Defecation Free) atau desa stop buang air besar sembarangan meningkat dari 0 desa pada tahun 2019 menjadi 100% pada tahun 2024.

    8. Nur Arning Tengara Kasih
    Nur Arning mengembangkan Sobiku Indonesia (Sobat Peduli Kanker Anak Untuk Indonesia), platform digital untuk memperkuat ekosistem deteksi dini kanker anak di tingkat masyarakat. Platform ini tersedia melalui aplikasi Sobiku Indonesia dan website dengan fitur skrining gejala kanker anak, informasi rumah singgah, artikel edukasi, komunitas, donasi, serta Sobiku Store.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Nur Arning Tengara Kasih (Foto: dok. Istimewa)
    Sobiku Indonesia tidak hanya mengandalkan platform digital, tetapi menggabungkannya dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui empat program utama: edukasi kanker anak bersama tenaga medis, pelatihan kader Posyandu, screening gejala kanker anak di Posyandu menggunakan aplikasi serta dukungan psikososial bagi anak dan orang tua pejuang kanker.

    Acuan screening dikembangkan berdasarkan masukan dokter subspesialis hemato-onkologi anak dan panduan Kementerian Kesehatan RI. Nur Arning merupakan kandidat dari DKI Jakarta.

    9. Rini Khamimatul Ula
    Rini Khamimatul Ula adalah kandidat asal Jawa Timur. Dia mengembangkan Vein Finder berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan teknologi near-infrared (NIR) dan pengolahan citra. Inovasi ini membantu tenaga kesehatan memvisualisasikan dan mengidentifikasi pembuluh darah vena secara lebih mudah.

    Keunggulan inovasi ini terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan keragaman warna kulit masyarakat Indonesia tanpa harus mengubah pengaturan alat secara manual.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Rini Khamimatul Ula Foto: dok. Istimewa
    Alat juga dirancang mudah digunakan, praktis, dan terjangkau, sehingga memiliki peluang untuk dimanfaatkan tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di puskesmas dan fasilitas kesehatan di daerah terpencil.

    Vein Finder AI merupakan upaya menghadirkan teknologi kesehatan yang berpusat pada manusia. Inovasi ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan, meningkatkan kenyamanan pasien, memperluas akses teknologi kesehatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap alat kesehatan impor.

    10. Siti Nurmaini
    Siti Nurmaini mengembangkan aplikasi TeleOTIVA, inovasi kesehatan digital dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), computer vision, dan telemedicine untuk mendukung skrining serta deteksi dini kanker serviks. Siti adalah salah satu kandidat yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel).

    Aplikasi ini membantu tenaga kesehatan mendokumentasikan citra serviks, mengidentifikasi area dan lesi yang dicurigai, serta menyediakan informasi pendukung untuk evaluasi dan pengambilan keputusan klinis.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Siti Nurmaini (Foto: dok. Istimewa)
    Melalui fitur telemedicine, hasil pemeriksaan dapat dikonsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis tanpa terkendala jarak, sehingga berpotensi memperluas akses layanan screening di puskesmas dan wilayah dengan keterbatasan tenaga spesialis.

    TeleOTIVA juga menyediakan dokumentasi pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut pasien secara digital. Inovasi ini dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan klinis, bukan pengganti tenaga medis, dan tersedia melalui platform aplikasi digital.

  • Para Inovator Teknologi Kesehatan: Kembangkan Riset Klinis hingga Alkes

    Para Inovator Teknologi Kesehatan: Kembangkan Riset Klinis hingga Alkes

    Foto: Kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026 (dok. Istimewa)

    Jakarta – Berbagai inovasi di bidang kesehatan yang dilakukan oleh kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026. Mereka menciptakan alat deteksi dini untuk kanker serviks hingga melakukan riset untuk bahan baku obat.
    Sepuluh kandidat ini telah dipilih oleh panitia DPD RI Awards 2026. Proses penyaringan dimulai dari seleksi administrasi terhadap seribuan kandidat yang mendaftar.

    Panitia lalu menentukan 50 besar kandidat sebelum akhirnya menyaring kembali hingga terpilih 10 besar kandidat di masing-masing kategori. Pada kategori bidang kesehatan ini, penghargaan akan diberikan kepada individu hingga profesional yang menjadi inovator teknologi kesehatan.

    “Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tulis DPD RI dalam laman resminya, seperti dilihat detikcom, Rabu (7/10/2026).

    Berikut nama-nama 10 kandidat Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026, yang diurutkan berdasarkan abjad:

    1. Amal Rezka Putra
    Amal Rezka Putra mengembangkan berbagai radiofarmaka, yaitu obat yang menggunakan zat radioaktif untuk membantu dokter mendeteksi dan menangani penyakit, khususnya tuberkulosis (TB) dan kanker. Amal adalah kandidat dari Jawa Barat.

    Inovasinya mencakup Kit Etambutol untuk membantu menemukan lokasi infeksi TB, termasuk TB di luar paru. Inovasi Samarium-153 EDTMP untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien kanker yang telah menyebar ke tulang. Inovasi Iodium-131 MIBG untuk membantu diagnosis dan terapi kanker neuroblastoma pada anak.

    Selain itu, Amal Rezka juga mengembangkan mikrosfer Samarium-153 dan Holmium-166 sebagai kandidat terapi kanker hati.

    Kandidat DPD RI Awards Amal Rezka Putra (Foto: dok. Istimewa)
    Berbagai inovasi itu dikembangkan dari tahap penelitian hingga hilirisasi dengan beberapa produk telah memperoleh izin edar BPOM dan digunakan dalam pelayanan kedokteran nuklir di sejumlah rumah sakit.

    2. Aslis Wirda Hayati
    Aslis Wirda Hayati adalah kandidat dari Riau. Dia mengembangkan inovasi di bidang kesehatan dan gizi yang berfokus pada pencegahan stunting serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola makan bergizi. Inovasinya mencakup metode deteksi dini pertumbuhan linier anak balita dan edukasi gizi bagi remaja dengan memanfaatkan makanan khas daerah.

    Dia mengembangkan metode dan alat rapid diagnostik pertumbuhan linier anak balita dengan memanfaatkan Pyridinium Crosslinks (Pyd) dalam urin sebagai biomarker pertumbuhan tulang. Metode ini dikembangkan sebagai alternatif pengukuran pertumbuhan yang lebih meyakinkan dan tidak menyakitkan bagi anak.

    Kandidat DPD RI Awards Aslis Wirda Hayati (Foto: dok. Istimewa).
    Selama ini pertumbuhan linier anak umumnya dipantau melalui pengukuran tinggi badan, tapi pengukuran tinggi badan dapat dipengaruhi oleh ketepatan alat, teknik pengukuran, dan kemampuan petugas. Sementara pemeriksaan pertumbuhan tulang melalui radiologi maupun pengambilan darah memiliki keterbatasan karena paparan radiasi atau tindakan yang dapat menimbulkan rasa sakit.

    Penggunaan urin sebagai bahan pemeriksaan menawarkan pendekatan yang tidak invasif untuk mendukung deteksi gangguan pertumbuhan sejak dini. Dampaknya, sejak tahun 2023 inovasi ini telah menjangkau sekitar 1.065 anak balita di 11 desa.

    3. Eka Lestari Mahyuni
    Eka Lestari Mahyuni membuat hand soap gel dari ekstrak acem-acem. Kandidat asal Sumatera Utara itu memanfaatkan kandungan saponin serta potensi antimikroba dan antijamur dari tanaman acem-acem tersebut.

    Eka juga membuat krim anti-aging dari ekstrak acem-acem, dengan memanfaatkan kandungan antioksidan tanaman acem-acem. Krim ini dapat membantu melembapkan kulit, menyamarkan keriput dan pori-pori, serta mengurangi tampilan flek pada kulit. Produk telah diuji coba dan dapat digunakan pada pagi maupun malam hari sehingga lebih praktis bagi pengguna.

    Kandidat DPD RI Awards Eka Lestari Mahyuni (Foto: dok. Istimew
    Untuk kebutuhan pertanian melalui biopestisida ekstrak Oxalis dehradunensis R, ekstrak acem-acem digunakan sebagai bahan alami yang memiliki fungsi sebagai penolak serangga dan insektisida, salah satunya diuji untuk mengatasi serangan lalat buah.

    Pengembangan ini memberikan alternatif penggunaan pestisida berbahan alami sekaligus mengubah tanaman yang sebelumnya dianggap gulma menjadi sumber bahan yang bermanfaat bagi petani.

    4. Ike Listiyowati
    Ike Listiyowati merupakan ahli gizi yang menggagas sejumlah produk olahan makanan dan minuman pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Dia juga penggerak pencegahan stunting di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

    Pertama, olahan kacang hijau dan ikan wader bernama Joder, formula makanan pendamping ASI yang mempunyai nilai protein tinggi dan bermanfaat bagi tumbuh kembang balita gizi kurang dan stunting. Implementasi Joder diberikan pada balita gizi kurang dan stunting di Puskesmas Duren, Semarang, selama 30 hari.

    Kandidat DPD RI Awards Ike Listiyowati Foto: dok. Istimewa
    Kedua, olahan moringa atau tepung daun kelor dan ikan wader (bubuk Tabur Moriwa). Makanan ini diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI yang tinggi protein dan antioksidan.

    Ike juga aktif dalam kegiatan Guyub Rawa Pening, gerakan bersama melawan penyebab stunting dan gizi buruk. Gerakan ini kolaborasi keluarga balita dengan dokter spesialis anak, ahli gizi, dan fisioterapis.

    5. Karisma Trinanda Putra
    Karisma Trinanda Putra mengembangkan GlucoMu, alat untuk memantau kadar gula darah dan kondisi tubuh tanpa perlu mengambil sampel darah. Alat yang dikembangkan kandidat asal Yogyakarta ini menggunakan sensor cahaya (PPG) dan kecerdasan buatan (AI) untuk membaca perubahan pada tubuh dan memperkirakan kadar glukosa secara real-time.

    Teknologi ini dirancang sebagai perangkat yang lebih nyaman, portabel, dan terjangkau dibandingkan metode pemantauan gula darah yang harus dilakukan dengan menusuk kulit.

    Kandidat DPD RI Awards Karisma Trinanda Putra Foto: Calista Photo
    Selain kadar glukosa, GlucoMu juga dapat memantau beberapa kondisi tubuh lainnya, seperti kadar oksigen dalam darah, detak jantung, variabilitas detak jantung, dan kadar hemoglobin.

    6. Masteria Yunovilsa Putra
    Masteria Yunovilsa Putra dkk mengembangkan penelitian kratom Kalimantan untuk mengubah tanaman yang selama ini banyak dijual sebagai bahan mentah menjadi bahan baku obat yang lebih bernilai. Masteria adalah kandidat yang berasal dari DKI Jakarta.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Masteria Yunovilsa Putra (Foto: dok. Istimewa)
    Sejak tahun 2022, penelitian dilakukan untuk mendapatkan dan memurnikan senyawa aktif kratom, terutama mitragynine, yang memiliki potensi sebagai pereda nyeri dan antiperadangan. Melalui penelitian dan teknologi ekstraksi, Masteria dkk berhasil menghasilkan ekstrak dengan kandungan mitragynine sekitar 50-85%.

    Kemudian teknologi ini dikembangkan sebagai kekayaan intelektual BRIN dan dilisensikan kepada PT SOHO Industri Pharmasi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi kandidat produk farmasi.

    7. Megi Riomandala
    Megi Riomandala merupakan penggagas inovasi Sikeling Pusako (Sistem informasi kesehatan lingkungan Puskesmas Semelako), digitalisasi pelayanan kesehatan lingkungan Puskesmas Semelako, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Sikeling Pusako lahir dari pengalaman dan kepedulian terhadap masalah kesehatan lingkungan masyarakat.

    Inovasi ini dimulai tahun 2019, awalnya mengembangkan PETISI (Pemetaan Sanitasi) untuk menjawab permasalahan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan masih melakukan buang air besar di sungai.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Megi Riomandala (Foto: dok. Istimewa)
    Kemudian berkembang menjadi Sikeling Pusako tahun 2022, sebuah sistem digital untuk pendataan, pemetaan, pemantauan dan pelayanan kesehatan lingkungan yang terus dikembangkan hingga kini.

    Dampaknya nyata, desa ODF (Open Defecation Free) atau desa stop buang air besar sembarangan meningkat dari 0 desa pada tahun 2019 menjadi 100% pada tahun 2024.

    8. Nur Arning Tengara Kasih
    Nur Arning mengembangkan Sobiku Indonesia (Sobat Peduli Kanker Anak Untuk Indonesia), platform digital untuk memperkuat ekosistem deteksi dini kanker anak di tingkat masyarakat. Platform ini tersedia melalui aplikasi Sobiku Indonesia dan website dengan fitur skrining gejala kanker anak, informasi rumah singgah, artikel edukasi, komunitas, donasi, serta Sobiku Store.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Nur Arning Tengara Kasih (Foto: dok. Istimewa)
    Sobiku Indonesia tidak hanya mengandalkan platform digital, tetapi menggabungkannya dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui empat program utama: edukasi kanker anak bersama tenaga medis, pelatihan kader Posyandu, screening gejala kanker anak di Posyandu menggunakan aplikasi serta dukungan psikososial bagi anak dan orang tua pejuang kanker.

    Acuan screening dikembangkan berdasarkan masukan dokter subspesialis hemato-onkologi anak dan panduan Kementerian Kesehatan RI. Nur Arning merupakan kandidat dari DKI Jakarta.

    9. Rini Khamimatul Ula
    Rini Khamimatul Ula adalah kandidat asal Jawa Timur. Dia mengembangkan Vein Finder berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan teknologi near-infrared (NIR) dan pengolahan citra. Inovasi ini membantu tenaga kesehatan memvisualisasikan dan mengidentifikasi pembuluh darah vena secara lebih mudah.

    Keunggulan inovasi ini terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan keragaman warna kulit masyarakat Indonesia tanpa harus mengubah pengaturan alat secara manual.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Rini Khamimatul Ula Foto: dok. Istimewa
    Alat juga dirancang mudah digunakan, praktis, dan terjangkau, sehingga memiliki peluang untuk dimanfaatkan tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di puskesmas dan fasilitas kesehatan di daerah terpencil.

    Vein Finder AI merupakan upaya menghadirkan teknologi kesehatan yang berpusat pada manusia. Inovasi ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan, meningkatkan kenyamanan pasien, memperluas akses teknologi kesehatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap alat kesehatan impor.

    10. Siti Nurmaini
    Siti Nurmaini mengembangkan aplikasi TeleOTIVA, inovasi kesehatan digital dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), computer vision, dan telemedicine untuk mendukung skrining serta deteksi dini kanker serviks. Siti adalah salah satu kandidat yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel).

    Aplikasi ini membantu tenaga kesehatan mendokumentasikan citra serviks, mengidentifikasi area dan lesi yang dicurigai, serta menyediakan informasi pendukung untuk evaluasi dan pengambilan keputusan klinis.

    Kandidat DPD RI Awards Bidang Kesehatan Siti Nurmaini (Foto: dok. Istimewa)
    Melalui fitur telemedicine, hasil pemeriksaan dapat dikonsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis tanpa terkendala jarak, sehingga berpotensi memperluas akses layanan screening di puskesmas dan wilayah dengan keterbatasan tenaga spesialis.

    TeleOTIVA juga menyediakan dokumentasi pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut pasien secara digital. Inovasi ini dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan klinis, bukan pengganti tenaga medis, dan tersedia melalui platform aplikasi digital.

  • Pimpin Apel Kebesaran, Kapolda Metro Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Anggota

    Pimpin Apel Kebesaran, Kapolda Metro Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas Anggota

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih dan Apresiasi kepada Anggota dan Jajaran

    Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih dan Apresiasi kepada Anggota dan Jajaran

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih dan Apresiasi kepada Anggota dan Jajaran

    Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih dan Apresiasi kepada Anggota dan Jajaran

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Kapolda Metro Ajak Seluruh Personel Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

    Kapolda Metro Ajak Seluruh Personel Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Kapolda Metro Ajak Seluruh Personel Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

    Kapolda Metro Ajak Seluruh Personel Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengajak seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Kebesaran di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, sejalan dengan visi Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat‘.
    Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan bantuan dan solusi dengan sikap yang humanis.

    “Jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu saya sampaikan kepada kalian semuanya. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, membantu, dan menjadi solusi. Jangan sakiti hati masyarakat,” kata Komjen Asep, Kamis (8/10/2026).

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda mengingatkan keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh polisi sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel diharapkan terus membangun komunikasi yang baik, hadir di tengah warga, serta menjadikan pelayanan dan kepedulian sebagai bagian dari pengabdian sehari-hari.

    Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kehormatan institusi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, tutur kata, dan tindakan nyata. Setiap anggota diharapkan mampu menjadi teladan serta menghadirkan wajah Polri yang ramah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan selama satu tahun dua bulan dirinya bertugas di Polda Metro Jaya. Ia berharap nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga serta menjadi semangat dalam mendukung kepemimpinan selanjutnya.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terusberjalan, siapa pun yang memimpin. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermakna, yakni hadir saat dibutuhkan, membantu dengan tulus, dan menjaga kepercayaan masyarakat.

    Pakar seo, master seo, pakar seo polri , master seo polri

  • Tokoh Banten Berharap Suyudi Bawa Pengalaman dari Banten ke Polri

    Tokoh Banten Berharap Suyudi Bawa Pengalaman dari Banten ke Polri

    Ketua Umum Mathlaul Anwar KH Embay Mulya Syarief. (Istimewa)

    SERANG – Tokoh masyarakat Banten Embay Mulya Syarief berharap Komjen Pol. Suyudi Ario Seto membawa pengalaman selama memimpin Polda Banten dalam menjalankan tugas sebagai Kapolri. Embay juga berharap Suyudi tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memperkuat sinergi dengan berbagai elemen.

    Embay menyampaikan harapan tersebut setelah Komisi III DPR menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri dalam uji kelayakan dan kepatutan pada Kamis (1/10/2026). Komisi III memberikan persetujuan secara aklamasi.

    “Alhamdulillah, kami masyarakat Banten merasa bangga. Beliau pernah menjadi Kapolda Banten dan kini dipercaya mengikuti proses untuk menjadi Kapolri. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Banten,” ujar Embay dalam keterangan tertulisnya.

    LowonganKerja Banten

    Menurut Embay, pengalaman Suyudi saat memimpin Polda Banten menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di kepolisian. Ia berharap Suyudi mempertahankan komunikasi dengan  pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai kelompok masyarakat saat memimpin Polri.

    “Kami mengapresiasi pengabdian beliau selama menjadi Kapolda Banten. Kedekatan dengan masyarakat dan kemampuan membangun sinergi merupakan hal yang penting untuk terus dipertahankan,” katanya.

    Suyudi sebelumnya menjabat Kapolda Banten. Setelah itu, ia memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) sebelum Presiden mengajukannya sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Embay juga menilai pengalaman Suyudi saat memimpin BNN dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai Kapolri, khususnya dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

    “Semoga pengalaman beliau di kepolisian, ketika menjadi Kapolda Banten maupun saat memimpin BNN, menjadi bekal yang semakin kuat dalam menjalankan amanah berikutnya,” tuturnya.

    Dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Suyudi mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia menyatakan kepemimpinan Kapolri harus membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan koreksi.

    Suyudi menyebut keberhasilan Polri antara lain dapat dilihat dari keamanan masyarakat, kemudahan dalam membuat laporan, kecepatan memberikan pertolongan, kepastian penanganan perkara, perlindungan terhadap korban, serta penerapan hukum yang adil.

    Embay berharap prinsip pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat tersebut menjadi bagian dari kepemimpinan Suyudi setelah mendapat amanah sebagai Kapolri.

    “Kami mendoakan semoga beliau diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan. Apa pun amanah yang diberikan negara, semoga dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” ucapnya.

  • KNPI: Hoaks terhadap Suyudi Ario Seto adalah Upaya Rusak Citra Polri

    KNPI: Hoaks terhadap Suyudi Ario Seto adalah Upaya Rusak Citra Polri

    KNPI: Hoaks terhadap Suyudi Ario Seto adalah Upaya Rusak Citra Polri
    Kapolri Suyudi Ario Seto(Antara)

    Ketua Umum DPP (Komiten Nasional Pemuda Indonesia) KNPI Haris Pertama menilai munculnya informasi hoaksdan fitnah yang menyerang Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto merupakan upaya murahan untuk mengganggu sekaligus merusak citra institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

    Haris meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terlebih ketika informasi tersebut diarahkan untuk membangun prasangka negatif terhadap pimpinan institusi negara.

    “Hoaks dan fitnah terhadap Kapolri baru adalah fitnah murahan yang tidak boleh dibiarkan. Ini bukan sekadar persoalan menyerang pribadi Jenderal Suyudi, tetapi sudah masuk pada upaya mengganggu dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” kata Haris, Selasa (6/10/2026).

    Menurut Haris, Presiden Prabowo Subianto tentu memiliki pertimbangan matang dalam memilih dan menetapkan Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Karena itu, pilihan tersebut harus dihormati dan diberikan kesempatan untuk membuktikan kepemimpinannya dalam membawa Polri semakin dekat dengan masyarakat.

    “Kita harus yakin bahwa pilihan Presiden Prabowo merupakan pilihan terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, kita harus memberikan dukungan kepada Kapolri baru untuk menjalankan tugasnya dan mewujudkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

    Haris mengatakan, tagline kepemimpinan Kapolri baru yang menekankan kedekatan dengan masyarakat harus diterjemahkan menjadi agenda nyata dalam membangun hubungan antara polisi dan masyarakat. Menurutnya, institusi kepolisian membutuhkan dukungan publik karena tugas Polri tidak mungkin dijalankan hanya dengan pendekatan penegakan hukum semata.

    “Polri tidak bisa bekerja sendirian. Polisi membutuhkan kepercayaan masyarakat, dan masyarakat juga membutuhkan polisi yang profesional, humanis, responsif dan hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan,” katanya.

    Waspada Perang Kognitif
    Di sisi lain, Haris mengingatkan bahwa derasnya penyebaran hoaks, fitnah, manipulasi informasi, dan narasi provokatif di ruang digital harus dilihat sebagai persoalan serius. Fenomena tersebut dinilai bukan lagi sekadar persoalan kebebasan berekspresi, melainkan dapat berkembang menjadi perang kognitif (cognitive warfare).

    “Hoaks yang terus-menerus diproduksi dan disebarkan dapat membentuk persepsi seolah-olah semua institusi negara buruk, semua kebijakan salah, dan tidak ada lagi yang bisa dipercaya. Kalau ini dibiarkan, yang rusak bukan hanya citra satu lembaga, tetapi kepercayaan publik terhadap negara,” tegas Haris.

    Ia menjelaskan, perang kognitif bekerja dengan memengaruhi persepsi, emosi, keyakinan, dan cara berpikir masyarakat. Informasi salah yang diproduksi secara masif dapat menciptakan persepsi yang dianggap sebagai kebenaran oleh publik.

    “Ketika masyarakat terus dicekoki informasi negatif, fitnah, dan kebohongan yang diproduksi secara berulang, lama-lama muncul distrust. Masyarakat menjadi pesimis terhadap institusi negara, bahkan pesimis terhadap kemampuan bangsanya sendiri. Inilah yang harus kita waspadai,” ujarnya.

    Haris menilai situasi tersebut berbahaya apabila dimanfaatkan untuk memperlebar jarak antara masyarakat dengan institusi negara. Ia menekankan bahwa dalam demokrasi yang sehat, kritik memang diperlukan, namun harus dibangun berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kita tidak anti kritik. Tetapi kritik berbeda dengan fitnah, dan kritik berbeda dengan menyebarkan informasi palsu. Kalau ada persoalan terhadap Polri, sampaikan berdasarkan fakta dan mekanisme yang tersedia, bukan dengan membangun kebohongan untuk menjatuhkan seseorang atau institusi,” katanya.

     

    Haris mendorong seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadi bagian dari gerakan melawan disinformasi. Pemberantasan hoaks harus dilakukan secara kolektif oleh pemerintah, platform digital, media massa, hingga organisasi masyarakat.

    “Jangan sampai bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mudah diadu oleh informasi palsu. Kita harus membangun daya tahan masyarakat terhadap disinformasi. Jangan setiap informasi yang viral langsung dipercaya dan disebarkan,” tuturnya.

    Sebagai penutup, Haris mengajak masyarakat memberikan kesempatan kepada Jenderal Suyudi Ario Seto untuk menjalankan amanah sebagai Kapolri dan membuktikan komitmennya.

    “Berikan kesempatan kepada Kapolri baru untuk bekerja. Kita kawal, kita kritik jika ada yang salah, tetapi jangan membangun opini berdasarkan fitnah dan hoaks. Yang kita butuhkan sekarang adalah Polri yang semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Haris. (E-3

  • KNPI: Hoaks terhadap Suyudi Ario Seto adalah Upaya Rusak Citra Polri

    KNPI: Hoaks terhadap Suyudi Ario Seto adalah Upaya Rusak Citra Polri

    KNPI: Hoaks terhadap Suyudi Ario Seto adalah Upaya Rusak Citra Polri
    Kapolri Suyudi Ario Seto(Antara)

    Ketua Umum DPP (Komiten Nasional Pemuda Indonesia) KNPI Haris Pertama menilai munculnya informasi hoaksdan fitnah yang menyerang Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto merupakan upaya murahan untuk mengganggu sekaligus merusak citra institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

    Haris meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terlebih ketika informasi tersebut diarahkan untuk membangun prasangka negatif terhadap pimpinan institusi negara.

    “Hoaks dan fitnah terhadap Kapolri baru adalah fitnah murahan yang tidak boleh dibiarkan. Ini bukan sekadar persoalan menyerang pribadi Jenderal Suyudi, tetapi sudah masuk pada upaya mengganggu dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” kata Haris, Selasa (6/10/2026).

    Menurut Haris, Presiden Prabowo Subianto tentu memiliki pertimbangan matang dalam memilih dan menetapkan Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Karena itu, pilihan tersebut harus dihormati dan diberikan kesempatan untuk membuktikan kepemimpinannya dalam membawa Polri semakin dekat dengan masyarakat.

    “Kita harus yakin bahwa pilihan Presiden Prabowo merupakan pilihan terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, kita harus memberikan dukungan kepada Kapolri baru untuk menjalankan tugasnya dan mewujudkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

    Haris mengatakan, tagline kepemimpinan Kapolri baru yang menekankan kedekatan dengan masyarakat harus diterjemahkan menjadi agenda nyata dalam membangun hubungan antara polisi dan masyarakat. Menurutnya, institusi kepolisian membutuhkan dukungan publik karena tugas Polri tidak mungkin dijalankan hanya dengan pendekatan penegakan hukum semata.

    “Polri tidak bisa bekerja sendirian. Polisi membutuhkan kepercayaan masyarakat, dan masyarakat juga membutuhkan polisi yang profesional, humanis, responsif dan hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan,” katanya.

    Waspada Perang Kognitif
    Di sisi lain, Haris mengingatkan bahwa derasnya penyebaran hoaks, fitnah, manipulasi informasi, dan narasi provokatif di ruang digital harus dilihat sebagai persoalan serius. Fenomena tersebut dinilai bukan lagi sekadar persoalan kebebasan berekspresi, melainkan dapat berkembang menjadi perang kognitif (cognitive warfare).

    “Hoaks yang terus-menerus diproduksi dan disebarkan dapat membentuk persepsi seolah-olah semua institusi negara buruk, semua kebijakan salah, dan tidak ada lagi yang bisa dipercaya. Kalau ini dibiarkan, yang rusak bukan hanya citra satu lembaga, tetapi kepercayaan publik terhadap negara,” tegas Haris.

    Ia menjelaskan, perang kognitif bekerja dengan memengaruhi persepsi, emosi, keyakinan, dan cara berpikir masyarakat. Informasi salah yang diproduksi secara masif dapat menciptakan persepsi yang dianggap sebagai kebenaran oleh publik.

    “Ketika masyarakat terus dicekoki informasi negatif, fitnah, dan kebohongan yang diproduksi secara berulang, lama-lama muncul distrust. Masyarakat menjadi pesimis terhadap institusi negara, bahkan pesimis terhadap kemampuan bangsanya sendiri. Inilah yang harus kita waspadai,” ujarnya.

    Haris menilai situasi tersebut berbahaya apabila dimanfaatkan untuk memperlebar jarak antara masyarakat dengan institusi negara. Ia menekankan bahwa dalam demokrasi yang sehat, kritik memang diperlukan, namun harus dibangun berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kita tidak anti kritik. Tetapi kritik berbeda dengan fitnah, dan kritik berbeda dengan menyebarkan informasi palsu. Kalau ada persoalan terhadap Polri, sampaikan berdasarkan fakta dan mekanisme yang tersedia, bukan dengan membangun kebohongan untuk menjatuhkan seseorang atau institusi,” katanya.

     

    Haris mendorong seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadi bagian dari gerakan melawan disinformasi. Pemberantasan hoaks harus dilakukan secara kolektif oleh pemerintah, platform digital, media massa, hingga organisasi masyarakat.

    “Jangan sampai bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mudah diadu oleh informasi palsu. Kita harus membangun daya tahan masyarakat terhadap disinformasi. Jangan setiap informasi yang viral langsung dipercaya dan disebarkan,” tuturnya.

    Sebagai penutup, Haris mengajak masyarakat memberikan kesempatan kepada Jenderal Suyudi Ario Seto untuk menjalankan amanah sebagai Kapolri dan membuktikan komitmennya.

    “Berikan kesempatan kepada Kapolri baru untuk bekerja. Kita kawal, kita kritik jika ada yang salah, tetapi jangan membangun opini berdasarkan fitnah dan hoaks. Yang kita butuhkan sekarang adalah Polri yang semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Haris. (E-3